Show simple item record

dc.contributor.authorINDONESIA.Wakil Presiden (M. Jusuf Kalla : 2014-2019)
dc.date.accessioned2019-03-25T03:41:57Z
dc.date.accessioned2019-04-04T02:30:06Z
dc.date.available2019-03-25T03:41:57Z
dc.date.available2019-04-04T02:30:06Z
dc.date.issued2017-05-12
dc.identifier.citationKerajaan memang otoriter, tetapi kerajaan akan berbeda, dia punya pemikiran-pemikiran sendiri. Mungkin ada sistem yang kemudian dapat mendasari suatu dasar kenegaraan sehingga tidak menimbulkan kehancuran. Namun, yang penting lagi adalah tidak ada lagi invasi dari negara-negara besar yang menghancurkan negeri tersebut karena kehancuran negeri menimbulkan putusnya harapan dan kemarahan. Itulah yang menimbulkan terjadinya radikalisme dan sebagainya yang pada dasarnya bukan karena agama, melainkan karena kemarahan akibat tidak adanya harapan dan kemiskinan yang terjadi. Setiap malam kita melihat suatu ironi di masyarakat dunia akibat hal tersebut. Mudah-mudahan konferensi ini dapat menghasilkan suatu hal-hal yang sangat penting, langkah-langkah bersama, saran-saran kita, dan juga kesepakatan untuk dunia yang lebih makmur dan lebih adil. Terima kasihid
dc.identifier.urihttps://repositori.setneg.go.id:443/handle/12345/16384
dc.description.abstractMaksud pertemuan ini tentu bagaimana East and West saling belajar mengelola negeri dalam perdamaian. Banyak faktor yang menyebabkan konflik di dalam negeri, intern state. Ada faktor ideologi, ada faktor energi, ada juga faktor politik, dan juga masalah-masalah lain. Kalau kita berbicara di Asia Barat, di Timur Tengah, ataupun di Afrika, ada hal yang menarik. Hampir di semua negara yang berkonflik tersebut mempunyai persamaan, yaitu negara republik, tetapi otoriter. Hampir semuanya sama. Negara kerajaan justru tidak terjadi masalah otoriter, republik yang otoriter. Kita lihat Suriah, Irak, Yaman, Mesir, Libya, dan sebagainya, semuanya ada masalah di dalam dan ada juga masalah dari luar yang sering juga mempunyai dampak yang luas. Kenapa itu terjadi? Anda mengatakan faktor radikal, ya tentu dia radikal. Pertanyaannya, kenapa radikal? Apabila kita melihat banyak negara, timbul suatu organisasi yang berbahaya, seperti Al-Qaeda, ISIS, dan sebagainya. Kalau kita melihat secara nyata, dari mana Al-Qaeda, dari mana ISIS? Semua datang, tumbuh dari negara-negara yang gagal.id
dc.language.isoidid
dc.publisherSekretariat Wakil Presidenid
dc.subjectWAKIL PRESIDEN - SAMBUTANid
dc.titleSambutan Wakil Presiden Republik Indonesia M. Jusuf Kalla Pada International Seminar On Sharing Experiences Of Promoting Regional Security And Business Connectivity In East And West Asia Jakarta, 12 Mei 2017id
dc.typePidato Wakil Presidenid
dc.keywordBISNISid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record