Show simple item record

dc.contributor.authorINDONESIA.Wakil Presiden (M. Jusuf Kalla : 2014-2019)
dc.date.accessioned2019-03-28T03:04:32Z
dc.date.accessioned2019-04-04T02:30:25Z
dc.date.available2019-03-28T03:04:32Z
dc.date.available2019-04-04T02:30:25Z
dc.date.issued2017-01-13
dc.identifier.citationBangsa yang maju adalah bangsa yang harmonis, termasuk diantaranya ialah apabila kesenjangan yang lebar tidak terjadi. Kita tidak bisa mengurangi kesenjangan tanpa pertumbuhan ekonomi; karena yang diratakan adalah pertumbuhannya, jadi pertumbuhan ekonomi adalah hal yang sangat penting untuk kita semua. Tugas kita adalah bagaimana mengharmoniskan pertumbuhan dan pemerataan. Semua boleh bekerja dan berusaha, tetapi tanpa dukungan dari sektor keuangan sebagai pendorong, segalanya akan menjadi sulit terwujud.id
dc.identifier.urihttps://repositori.setneg.go.id:443/handle/12345/16409
dc.description.abstractPosisi ekonomi kita saat ini adalah in the middle of the middle, jadi pendapatan kita berada di tengah dari negara-negara menengah lainnya, khususnya di Asia ini. Kita tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah juga. Kalau kita ukur pertumbuhan kita, kita masih lebih baik dibanding banyak negara walaupun kita lebih rendah dibanding Cina, India ataupun beberapa negara di ASEAN tentunya. Tetapi sekali lagi, kita berada di tengah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherSekretariat Wakil Presidenid
dc.subjectWAKIL PRESIDEN - SAMBUTANid
dc.titleSambutan Wakil Presiden Republik Indonesia M. Jusuf Kalla pada Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2017 “Menjaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dan Membangun Optimisme untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” di Jakarta tanggal 13 Januari 2017id
dc.typePidato Wakil Presidenid
dc.keywordKETUA KOMISIONER OJK;MULYAMAN D. HADAD;THE MIDDLE OF THE MIDDLE;KEMENTERIAN UKM; KRISIS EKONOMI GLOBAL;PAKTO;PAKET OKTOBER 1988id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record