Show simple item record

dc.contributor.authorINDONESIA.Wakil Presiden (M. Jusuf Kalla : 2014-2019)
dc.date.accessioned2019-04-09T06:06:28Z
dc.date.available2019-04-09T06:06:28Z
dc.date.issued2017-07-01
dc.identifier.urihttps://repositori.setneg.go.id:443/handle/12345/16459
dc.description.abstractMakna pertemuan ini adalah bagaimana meningkatkan spirit, bagaimana meningkatkan sinergi, dan bagaimana memikirkan jaringan. Si A dulu dagang sayur, saya butuh kayu di Surabaya, sehingga timbul sinergi-sinergi. Itulah harapan saya. Kita jangan bangga pada masa lalu, tetapi kita harus bangga pada masa depan. Jangan hanya habiskan waktu hanya untuk bangga akan masa lalu karena kita sudah sampai di Madagaskar, dulu kita di Afrika Selatan, dulu kita sampai di Filipina. Dulu, dulu, dulu, terus. Bagaimana masa depan kita dan apa yang diperbuat untuk kemajuan bangsa ini, apa yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas bangsa ini, apa yang dibutuhkan untuk naik pangkat dari toko ke mal, dari mal untuk menjadi jaringan, apa yang dibutuhkan penjual atau penebang pohon untuk menjadi industri mebel? Naikkan semua cita-cita ini. Di situlah sinerginya, kembali dengan pendidikan, dengan teknologi. Karena itu, jangan malu belajar dengan teknologi
dc.language.isoidid
dc.publisherSekretariat Wakil Presidenid
dc.subjectWAKIL PRESIDEN - SAMBUTANid
dc.titleSambutan Wakil Presiden Republik Indonesia M. Jusuf Kalla Pada Pembukaan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVII dan Halal Bihalal Makassar, 1 Juli 2017id
dc.typePidato Wakil Presidenid
dc.keywordPENGUSAHA
dc.keywordEKONOMI


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record