Show simple item record

dc.contributor.authorINDONESIA.WAKIL PRESIDEN (M. Jusuf Kalla : 2014-2019)
dc.date.accessioned2019-03-19T06:24:08Z
dc.date.accessioned2019-04-04T02:30:03Z
dc.date.available2019-03-19T06:24:08Z
dc.date.available2019-04-04T02:30:03Z
dc.date.issued2017-04-23
dc.identifier.citationsaya ingin menyampaikan penghargaan sekali lagi semoga dua pertemuan ini memberikan hikmah yang baik untuk kita semua dan menjadi contoh bagi negeri ini dan juga negeri-negeri lain. Itulah harapan saya, terima kasih. Saya buka pertemuan “Pekan Kerukunan Beragama” pada hari iniid
dc.identifier.urihttps://repositori.setneg.go.id:443/handle/12345/3053
dc.description.abstractKita tidak ingin seperti yang lain. Walaupun agama-agama besar dilahirkan atau tumbuh di Asia ini, Kristen dan Yahudi tumbuh mulai di Yerussalem, di Palestina dan Israel dewasa ini, Islam tumbuh di Makkah, Buddha dan Hindu di India, tetapi di banyak negara Asia pada dewasa ini, Asia dan Afrika, konflik terjadi. Pengalaman kita di sini, konflik tidak dimulai dengan agama, tetap konflik terjadi karena faktor di luar agama, tetapi kemudian menjadi membesar karena dimasukkan faktor agama.id
dc.language.isoidid
dc.publisherSekretariat Wakil Presidenid
dc.subjectWAKIL PRESIDEN - SAMBUTANid
dc.titleSambutan Wakil Presiden Republik Indonesia M. Jusuf Kalla pada Pembukaan Pekan Kerukunan Nasional dan Global Christian Youth Conference di Manado tanggal 23 April 2017id
dc.typePidato Wakil Presidenid
dc.keywordWOLD STUDENT CHRISTIAN FEDERATION;FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA;PEKAN KERUKUNAN AGAMA;RADIKALISMEid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record